LEVEL KESADARAN / LEVEL TAHU DIRi
LEVEL KESADARAN DIRI (Tahu diri).
.
.
Saya mengetahui tentang level kesadaran dari Master Shifu. Apa itu level kesadaran? Ya tingkat kesadaran diri kita. Biasanya level kesadaran tingkat dewa dimiliki oleh seseorang yang berspiritual Tinggi. Orang yang berspiritual tinggi memiliki power yang kuat loh, apalah daya saya masih tahap ecek-ecek atau labil kadang iman naik kadang turun haha. *udahkayatimban ganaja
.
.
Ada banyak contoh kesadaran diri misalnya kesadaran akan kebersihan adalah sebagian dari Iman, sehingga orang tersebut tidak akan membuang sampah sembarangan. Hal simple bukan? Tapi orang Indonesia ga banyak punya kesadaran akan kebersihan. (Alasannya ga ada tong sampah: ya bawa pulang sampahnya kan di rumah ada tong sampah🤔). Di Jepang yang mayoritas non-muslim, wargaanya taat sampe ga ada sampah sama sekali, kalo ada yang ketahuan buang sampah bakal di omongin, dinyinyirin dan kena denda. Index dependent Human di Jepang udah tinggi. Pendidikan gratis sampe jenjang SMP, jaminan kesehatan baik dll.. tapi mereka tetap punya Etika dalam kebersiha. Kalau bawa hewan peliharaan jalan kudu bawa 'tempat kotoran' masing-masing. Masyarakatnya malu kalo hewaan buang kotoran sembarangan. Etika dan Karakter orang jepang baik banget, Mereka fokus membangun diri bukan menyalahkan orang lain.
.
.
Panteslah pasca bom Nagasaki dan Hiroshima waktu Perang Dunia Ke II Negara Jepang cepat berbenah, fokus solusi dan belajar dari kesalahan tidak menjajah Negara lain lagi. Kalau ada bencana gempa mereka fokus solusi dengan ilmu pengetahuan mereka misalnya dengan membangun Gedung anti gempa atau apa gitu. Kalo di Indonesia ada bencana masyarakatnya menghujat ini itu, menyalahkan ini itu. Jepang mah boro-boro sempat menghujat? Mereka sibuk mengembangkan teknologi tercanggih.
.
.
Saya sendiri sedang berkaca dengan diri sendiri. Dari kecil kita sudah belajar bahwa kebersihan sebagian dari iman..
Tp nyatanya sampah bertebaran dimana2...
Bahkan sungai2 dijadikan tong sampah.
Miris ga ya? 🤔 terus pas kena musibah banjir eh nyalahin pemimpinnya 😄. Bukannya ngasih ide ngebantu atau bahu membahu.. ini malah di hujat-hujat 😄*rumitgaes
.
.
Tapi satu hal yang saya pelajari Kuncinya karena Jepang memegang teguh ajaran leluhurnya, baik dari segi konsep ketuhanan, kebudayaan, filosofis dan spiritualitas. itu sepertinya yg membuat mereka jadi bangsa yg berdaulat, cerdas dan selalu mawas diri. orang aja kalo gak tau jati dirinya pasti labil, mudah dibodohi, linglung dsb, Apalagi negara..
Level kesadaran seseorang biasanya meningkat tinggi setelah orang itu tercerahkan. Orang yang telah mendapat pencerahan akan kesadaran diri biasanya hidup mawas diri. Ya kehidupan adalah permainan, tapi jangan main-main dengan kehidupan. Asli orang yang paham dan berspiritual tinggi biasanya dalam sehari-hari bersikap hati-hati. Salah satu cara untuk mengetahui level kesadaran kita adalah bagamana kita mendirikan shalat lima waktu.
.
.
Tidak dapat di pungkiri bahwa kita semua terlahir fitrah dan suci. Kemudian dibesarkan orang tua dengan kasih sayang. Sejak kecil kita pasti di tanamkan nilai-nilai spiritual misalnya Sholat. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, dulu waktu kecil di suruh sholat kalo ngga bakal di hukum. Al hasil dulu mah sholat yah karena takut di hukum wkwk. Beranjak SD sempat baca buku berisi gambarang Neraka gitu (anak 90-an pasti pernah lihat buku kaya gini).
.
.
Di dalam buku tersebut, ada gambarang siksaaan di neraka berdasarkan dosa-dosa selama hidup di dunia gitu, ada yang tangannya di potong lah, di rebus lah di air mendidih dll..pokok sejak itu jadi takut masuk Neraka jadi dah rajin Sholat wkwk semua karena takut. Panteslah dulu ada cuplikan lagu gini :
"Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud padaNya.
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut namaNya."
.
.
.
Kemudian setelah SMA saya sadar membutuhkan Allah swt dalam segala aspek. Ya saya ga bisa melakukan semuanya sendiri tanpa Rahmat-Nya, Kasih Sayang-Nya, Maha Adil-Nya dan pertolongan dan Perlindungan-Ny a. Tanpa Kasih sayang-Nya aku mah ga ada apa-apanya, Ibarat remahan rengginang haha ya Kita butuh Allah swt dalam menjalani Hidup, karena itulah kita butuh sholat lima waktu untuk selalu mengingatnya untuk meminta, memohon, cerita tentang ini itu dan berterimakasih untuk banyak kejutan hal Indah dalam hidup. MasyaAllah banget kan.😇
.
.
.
Apalagi semenjak kuliah sholat itu udah kaya kebutuhan, jadi biarpun ga ada nyuruh, ga ada yang hukum tetap rasanya berat untuk ninggalin sholat tanpa alasan. Kalo udah jadi kebutuhan udah ga ada malasnya untuk sholat. Alhadmulillah Tuhan udah ngasih banyak yang aku mau, tapi masa aku ogah-ogaham melaksana perintahnya.. ga tau diri banget namanya kan. *Malueuy...
.
.
Janga malu sama manusia aja dong, malu juga sama tuhan dong Yun haha..
.
.
Adalagi tuh level kesadaran Mencintai Baginda Rasulullah.. kita harus mencontoh karakter dan Etika sikap Rasulullah, tidak rasis dan tidak mengkafir-kafir orang lain, tidak menuding seseorang mask surga/ neraka jga, soalnya itu bukan ranah kita.... karena yang berhak menilai itu Allah swt Tuhan Alam semesta.
.
.
Kok gtu? Ada dulu cerita ada seseorang Nasrani, dalam keadaan Buta di tengah pasar sering menjelek-jelekk an Nabi Muhammad SAW ke semua orang di pasar. Respon Rasulullah gimna? Ya ga marah loh malah dateng ke pasar ngasih makan dan nyuapin Orang Nasrani Tersebut, Berhubung orang tersebut tidak bisa melihat jadi ya dia ga tau kalo yang Ngurusin dan menyuapi itu Baginda Nabi SAW. Suatu Hari Nabi tidak datang ke pasar, jadi Orang tersebut nyari dan tanya sama orang, pas Tahu bahwa yang ngurusin adalah Rasulullah.. Dia Nangis nyesal dan malu, orang yang di jelekkan ternyata baik banget.
.
.
Lalu apa pelajarannya? Bisa jadi kita benci sama seseorang karena ya mata kita tertutup melihat kebaikannya dan juga tidak peduli agama apa semua manusia adalah Maha Karya ciptaan Tuhan. MasyaAllah banget kan Ilmu-Nya..
Komentar
Posting Komentar